Satu Kota di Sumatera
Kalau dalam perjalanan ini lalu kembali aku diminta tinggal di satu tempat yang aku mau, mungkin aku akan memilih tinggal di dekat sungai atau sawah di desa atau aku akan tinggal di sebuah tempat yang disebut kota yang kemudian untukku itu tidak akan lebih dari sebuah rumah.
Kalau baru saja kamu bingung dengan kalimat, "tidak lebih dari sekadar rumah." Ya, harusnya tidak perlu. Memang rumah tidak terlalu berarti apa-apa selagi kamu masih selalu ada di dalamnya.
Bukankah setiap sesuatu akan terasa lebih punya makna ketika kita tidak lagi berada di sana? Bukankah setiap sesuatu baru bisa terlihat artinya saat kita sudah tidak bisa lagi menganggamnya?
Mungkin, mungkin ada satu kota di Sumatera. Sebuah tempat yang mungkin tidak kecil tetapi juga tidak besar. Tempatnya cukup untuk aku dan segala hal yang aku bawa kesana. Suka ataupun duka, entahlah, yang penting segala sesuatu yang butuh ruang untuk meletakkannya.
Mungkin, mungkin ada satu kota di Sumatera. Entah judulnya akan singgah atau pulang, akan dengan senang hati aku melihat semua sudut yang pernah menjadi bagian dari cerita yang bukunya tidak pernah selesai ditulis.
Mungkin, mungkin ada satu kota di Sumatera. Kita kembali bertemu. Entah bagaimana keadaannya, aku akan memulai semua dengan bertanya, apakah penjual nasi goreng kesukaanku dulu masih membuka usahanya? Apakah kamu masih mengunjunginya saat aku tidak di sana? Atau apakah penjual bakso di pinggir jalan itu masih terus menjual bakso? Apakah berita tentang daging yang ia gunakan itu adalah daging tikus itu benar? Karena baksonya sangat enak.
Mungkin, mungkin ada satu kota di Sumatera. Aku akan kembali melewati jalan yang dulu membuatku muak karena macetnya. Aku akan kembali ke sebuah pasar untuk membeli sayur atau ikan. Aku akan kembali, entah saat itu namanya singgah atau pulang, aku akan bicara pada bayanganku di depan sebuah makam.
Mungkin, mungkin ada satu kota di Sumatera. Aku akan menemui orang-orang yang kemudian akan mengira aku adalah orang asing. Aku akan menemui orang-orang yang kemudian akan mengira aku berubah jadi lebih baik atau mungkin sangat buruk. Aku akan menemui orang-orang yang kemudian akan gembira tidak percaya atau malah berusaha dengan keras untuk mengingat siapa aku.
Ada satu kota di Sumatera. Aku senang ada di sana.
Aku juga memiliki kenangan dan tempat yang sama
BalasHapus