Perempuan Hari Senin


Surat untuk perempuan hari senin


Hari senin perempuan itu lahir. Tangisnya menjadi bahagia untuk orang tuanya.

Perempuan yang ketika remaja jatuh cinta dengan seorang remaja laki-laki di sebelah toko orang tuanya.

Perempuan yang selalu senang membalas surat dari remaja laki-laki itu ketika mereka harus kuliah dan berpisah ribuan kilometer jauhnya.

Perjalanan remaja laki-laki si penulis surat dari yogyakarta dengan memangku penuh cinta  menjadi penuh kegelapan ketika seorang perempuan yang ia cari tidak lagi ada di asramanya.

Tidak berhenti disana. Dari Pulau Jawa ke Sumatera bukan apa-apa baginya. Ia menyusul kepulangan perempuan itu.

Kepulangan yang setelah bertahun-tahun kemudian membawa mereka pada pesta adat pernikahan. Pernikahan yang juga melahirkan seorang bayi perempuan dan bayi laki-laki.

Tahun ini, pernikahan itu seharusnya berumur dua puluh satu tahun.

Sayangnya, perempuan hari senin itu meninggalkan laki-laki si penulis surat diumur pernikahan mereka yang belum genap delapan belas tahun. Tiga tahun kepergiannya tidak ada lagi yang merayakan hari bahagia di akhir tahun itu.

Perempuan hari senin itu selesai dengan tugasnya. 
Selesai dengan semua kasih tulus yang ia berikan.
Selesai dengan doa-doa yang meminta kebahagian orang lain sebelum dirinya.

Hari ini, perempuan hari senin itu harusnya berumur empat puluh tujuh tahun.
Tapi perjalananya selesai di empat puluh tiga tahun. Tepatnya tiga tahun lalu.

Perempuan hari senin itu membalut dirinya dengan sejuta kasih sayang sehingga siapapun yang bersamanya akan merasakan hangat ketulusan. Siapa yang memeluknya mampu merasakan kasih tanpa pamrih.

Dalam ketidaksadarannya, dengan tulus ia menceritakan besar kasih sayang yang ia punya dan masih sanggup ia pikul sendiri. Saat itu juga ia menceritakan soal si penulis surat. Jatuh cinta yang ia rasakan selalu penuh bahkan hingga nafas terakhir yang ia hembuskan.

Kalau saja buku yang menjadi saksi jatuh cintanya bisa didaftarkan untuk menjadi koleksi museum, pasti buku itu akan terus abadi. 

Kepada perempuan hari senin, maafkan setiap kasih yang engkau berikan ternyata tidak selalu berbalas. Sedikit yang dapat kau rasakan semoga membuatmu bahagia dan percaya bahwa sepanjang masa tidak ada yang sesempurna dirimu. Senin, 15 sept 1975.



Komentar

Postingan Populer